“Allah tidak memanggil yang mampu tetapi memampukan yang terpanggil”. Rangkaian aksara tersebut sukses memompa rasa optimis bagi para perindu Tanah Suci. Menyuntikkan kesadaran bahwa Baitullah tak sekadar soal harta dan kuota (haji). Namun, Baitullah adalah kombinasi antara izin dari-Nya dan ikhtiar terbaik yang mampu dilakukan seorang hamba.
Betapa banyak contoh di sekitar kita. Ada yang kaya secara materi tetapi hingga ajal menjemput tak juga Allah perkenankan menjadi tamu-Nya. Di sisi lain, ada yang melewati hari demi hari tanpa tahu esok bisa makan atau tidak, sanggup Allah perjalankan ke tanah suci-Nya. Untuk itu, mari merenda ikhtiar terbaik. Mempersembahkan doa dan pinta terpasrah. Selebihnya, biarlah Dia yang menjadi penentu garis finish langkah kita.
Ikhtiar ibadah ke Tanah Suci salah satunya dengan mempersiapkan dana. Saat ini banyak tawaran yang niatnya memudahkan langkah ke Haramain baik dari pihak travel maupun lembaga perbankan. Sayangnya mayoritas layanan yang tersedia berhias utang dan riba. Sesuatu yang mestinya dijauhi oleh setiap muslim.
Oleh sebab itu, sebuah kebahagiaan saat Bank Syariah Indonesia turut menggarap ranah tersebut. Bank yang identik dengan tren layanan syariah ini hadir guna mengawal langkah menuju Baitullah dengan layanan bebas riba dan tanpa potongan. Dana aman, hati pun tenang mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.
Berhaji Mulai Rp100.000
“Untuk membuka Tabungan Haji minimal setoran awal Rp100.000 ya Bu!” salah satu pegawai BSI menyajikan jawaban atas pertanyaan saya perihal nominal rupiah yang harus disiapkan untuk membuka tabungan haji.
“Rp100.000?” Ada rasa tak percaya bahwa langkah awal menuju rumah-Nya bisa ditebus dengan selembar pecahan rupiah.
“Benar. Tapi ini tidak bisa diambil lagi hanya bisa ditambahkan. Sebenarnya bisa diambil tapi agak ribet karena ini diniatkan untuk ibadah jadi sebisa mungkin tidak untuk diambil lagi. Apabila saldo di dalam tabungan haji BSI sudah mencapai Rp25.000.000 maka BSI akan mendaftarkan nasabah ke Siskohat Kemenag agar mendapatkan porsi keberangkatan haji.” lanjut sang pegawai ramah.
Ada buncah di hati kala mengetahui bahwa bayang-bayang nominal besar untuk memulai tapak awal melaksanakan rukun Islam kelima hanyalah fatamorgana. Simpang siur informasi terkait besaran rupiah yang harus disiapkan untuk bisa membuka tabungan haji pupus sudah. Berganti sebuah keputusan untuk memulai langkah hari itu juga.
“Bagaimana? Apa ibu mau buka Tabungan Haji?” pegawai bank kembali mengangsur tanya.
Sebuah anggukan saya haturkan sebagai tanda persetujuan. Dengan lafal Bismillah di dalam hati saya membulatkan tekad untuk memulai tapak di hari itu juga. Tepat di hari jumat nan mulia.
“Mari, saya bantu buatkan akun terlebih dahulu. Boleh pinjam HPnya? Tolong siapkan KTP dan NPWPnya ya!”
Detik demi detik menunggu prosesnya mengalirkan rasa tak biasa. Ada rasa tak percaya bahwa setapak langkah kecil mulai dilakukan. Persis saat buku tabungan berhias gambar Baitullah mendarat di tangan, ada yang menghangat lalu termanifestasi dalam butiran bening di mata. Seraya desis halus dalam hati, “Ya Rabb, izinkan hamba menjadi tamu-Mu”
Berhulu rasa ingin tahu, bermuara pada satu langkah kecil
mendekatkan diri pada panggilan-Nya. Tak jadi soal berapa
besaran rupiah saat memulai. Yang terpenting adalah niat beribadah dan keinginan
untuk memulai. Bukankah 1000 langkah dimulai dari 1
langkah?
Selayang Pandang Tabungan Haji BSI
Tabungan Haji BSI merupakan salah satu program unggulan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank yang merupakan hasil merger antara Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah ini berinovasi menciptakan sebuah tren menikmati layanan syariah bagi kaum muslim.
Tabungan Haji BSI tidak hanya memfasilitasi kaum dewasa, tetapi juga menyasar milenial. Terdapat dua jenis layanan yang disediakan yaitu Tabungan Haji BSI dan Tabungan Haji BSI Muda. Untuk dapat menikmati layanan ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon nasabah.
Tabungan Haji BSI mensyaratkan bahwa nasabah haruslah sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Memiliki kartu identitas diri berupa KTP dan melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Jika belum memiliki NPWP, calon nasabah mengisi surat pernyataan bahwa tidak bisa melampirkan NPWP.
Sedangkan Tabungan Haji BSI Muda diperuntukkan bagi yang belum menikah dan berumur dibawah 17 tahun. Adapun syarat untuk membuka rekening ini yaitu KTP orang tua atau wali, NPWP orang tua/wali atau mengisi surat pernyataan apabila tidak bisa melampirkan NPWP, kartu keluarga atau akta kelahiran yang mencantumkan NIK.
Proses Pembukaan Rekening Haji
Jika calon nasabah telah memahami prosedur dan persyaratan pembukaan tabungan haji, langkah selanjutnya yaitu melakukan pendaftaran. Saat ini pendaftaran dapat dilakukan melalui handphone dengan mengunduh aplikasi BSI Mobile. Pendaftaran online akan sangat membantu agar nasabah tidak perlu mengantre lama di kantor bank.
Namun, jika ingin mendapatkan informasi lebih lengkap dan mendaftar secara langsung, calon nasabah bisa mendatangi Bank BSI terdekat yang sudah tersebar di seluruh kota di Indonesia. BSI siap melayani dan membantu kebutuhan calon nasabah.
Setelah melakukan pendaftaran, calon nasabah menyerahkan persyaratan sebagaimana tertera di atas. Lalu mengisi dan menandatangani formulir pembukaan rekening. Selanjutnya bisa mulai melakukan setoran awal. Seperti yang telah dijelaskan diatas setoran awal tabungan haji minimal Rp100.000.
Nasabah tabungan haji akan mendapatkan fasilitas berupa buku tabungan. Buku tersebut berfungsi untuk mencatat setiap mutasi rekening. Selain melalui buku, pemantauan mutasi juga bisa dilakukan melalui aplikasi mobile BSI. Aplikasi mobile BSI menyediakan berbagai fitur yang semakin mempermudah nasabah dalam bertransaksi.
Setelah tabungan dibuat, nasabah dapat menambah saldo kapan dan dimana pun. Proses penambahan saldo bisa melalui transfer rekening atau setor tunai ke bank. Setor tunai minimal Rp10.000 sedangkan melalui aplikasi bisa hingga Rp1. Jika belum bisa melakukan penambahan saldo, nasabah tidak perlu merasa khawatir dana yang ada akan terpotong sebab tabungan haji BSI bebas biaya administrasi.
Dengan segala kemudahan layanan syariah yang ditawarkan oleh BSI, tidak ada alasan lagi untuk menunda langkah menuju tanah suci. Mari merenda ikhtiar bersama tabungan haji BSI. Semoga Allah mudahkan dan mampukan untuk memenuhi panggilan suci-Nya.
Tanggal Bersejarah 7/11/2025 (Validasi Tabungan Haji)
Validasi ini adalah proses verifikasi dokumen dan data pendaftaran untuk mendapatkan nomor Validasi dan nomor Porsi. Ini bisa dilakukan kalau tabungan haji sudah mencapai jumlah Rp25.500.000.
Nah, sebenarnya tabunganku itu sudah mencapai jumlah tersebut di Bulan Juni 2024. 2 tahun sejak pertama kali buka tabungan Haji. Masya Allah, Alhamdulillah. Sungguh di luar perkiraan bisa sampai angka itu dalam kurun waktu 2 tahun. Estimasi pribadi, paling cepat 5 tahun.
Lagi-lagi, ini membuktikan bahwa Panggilan ke Tanah Suci tidak pernah bisa diprediksi oleh manusia. Ketika Allah izinkan, maka Allah mampukan. Namun, sebanyak apapun finansial yang dimiliki, jika Allah tidak izinkan maka tidak akan bisa.
Nah, rencananya waktu itu mau langsung validasi. Tapi, berhubung bertepatan dengan masih musim haji jadi belum bisa. Disuruh untuk menunggu dulu. Dalam proses menunggu ini, ternyata ada proses pendaftaran CPNS. Nah, Rauf dan Icha pakai Kartu Keluarga ibu yang masih beralamat di Muna untuk daftar. Kalau kami validasi sekarang, ibu akan masuk ke Kemenag Muna, sedangkan saya Kemenag Muna Barat. Ibu tidak mau begini. Akhirnya menunggu sampai segala proses per-CPNS-an selesai. Alhamdulillah 3 orang anak ibu lulus.
Ya, lagi-lagi soal waktu ini, Allah yang mengatur semuanya. Jadi, Allah izinkan nanti bulan November 2025. Saat kondisiku sedang 'tidak stabil', hari Kamis (6/11/2025) saya menginap di Kost Icha dan besoknya ke BSI urus ATM yang sudah expired sekaligus mengaktifkan Beyond By BSI. Sekalian juga tanyakan kebutuhan validasi Haji.
Ternyata ada 4 yang harus dibawa :
1.
Fc KTP
Fc KK
Fc Buku Nikah/ Akta Kelahiran (sepertinya
diganti Ijazah juga boleh asalkan tertera nama Ayah kandung
Materai 4 lembar
KTP sudah ada tinggal di foto copy. KK sudah
obok-obok cari berkasnya tapi tidak ketemu. Auto hubungi Ayu Dukcapil untuk
kirimkan Kembali. Karena belum nikah, otomatis pakai Akta Kelahiran. Minta Rauf
yang carikan, Alhamdulillah dapat.
Beres urusan ATM dan aplikasi, pulang ke kost Icha tapi
singgah dulu di Binter untuk print Akta Kelahiran 2 lembar. Rada kaget dengar
biayanya 2000/lembar.
Sampai kost, lanjut ubek-ubek berkas di laptop cari KK
karena belum dikirim oleh Ayu. Tapi hasilnya masih nihil. Coba hubungi Ayu
lagi, Alhamdulillah dapat.
Sekitar jam 2, Kembali lagi OTW ke Bank BSI Raha dengan
terlebih dahulu FC KK dan KTP di tempat kakaknya Kak Ari (depan Dinas
Pendidikan Muna)
Sampai sana, setor berkas trus formulirnya diisi oleh Pak Satpam.
Menunggu….menunggu… diminta untuk TTD. Beres, menunggu lagiiii panggilan dari bagian Teller. Sekitar jam 3 dipanggil dan diminta unutk TTD beberapa berkas and then Done. Alhamdulillah, Masya Allah. Terharuuuuu.
Lanjut ke Kemenag Muna Barat
Posted by 

comment 0 Comment
more_vert