Rencana 3 Tahun
Perjalanan wisata berjudul Family Gathering ini, sudah direncanakan sejak tiga tahun silam. Tapi, karena satu dan lain hal, tidak pernah terjadi. Adaaaa.... saja halangannya. Nantilah diakhir masa kepemimpinan Pak Al Rahman sebagai Kadis Kominfo, baru berhasil dieksekusi. Tepatnya tanggal 06-07 Desember 2025.
Sebelum terpilihnya Pantai Labobo sebagai lokasi kegiatan, didahului dengan voting warga kantor untuk menentukan destinasi tujuan. Pilihannya ada dua yaitu Pantai Labobo di Buton Tengah dan Pantai Pajala di Kec. Maginti, Muna Barat. Sempat terjadi tarik ulur dengan berbagai pertimbangan, Alhamdulillah pantai di Buton Tengah menjadi pilihan suara terbanyak.
Berhubung efisiensi anggaran membuat kas kantor megap-megap, kami pun berinisiatif untuk patungan dengan biaya 200 ribu/orang. Apapun itu yang penting jalan dulu. Diriku salah satu yang bersemangat dan menggebu-gebu demi terlaksananya acara ini.
Finally, Hari H
Setelah beberapa drama, ada yang batal ikut sampai terancam tidak jadi lagi, Alhamdulillah Sabtu, 7 Januari kesampaian juga agenda 3 tahunan ini. Kami berangkat sekitar pukul 14.00 WITA dengan terlebih dahulu berkumpul di Rumah Pak Kadis di Kambara.
Perjalanan kami menggunakan Bus Tayo warna orange. Sepanjang perjalan isinya nyanyi-nyanyi, happy-happy, dan foto-foto. Ditengah perjalanan, kami singgah di rumah Pak Hakim yang terletak di Desa Lindo untuk mengambil lapa-lapa dan galon. Lalu lanjut jalan sekitar 2 jam lagi. Jelang sore, kami sampai di Pantai Labobo yang terletak di Desa Balobone Kecamatan Mawasangka Tengah.
Pikirku, kami akan pasang tenda dan cari area bermalam masing-masing. Ternyata, uang patungan sudah include dengan sewa 1 Villa ukuran paling besar. Untuk 1 x 24 jam, penghuni Villa harus membayar Rp500.000. Arghhh... akhirnya kesampaian juga untuk nginap dan buat konten di villa cantik ini.
Sambil menunggu Villa yang akan kami tempati dibersihkan, masing-masing mencari kesibukan. Ada yang makan perbekalan, ada yang fot-foto, ada pula yang menikmati keindahan pantai. Bisa tebak diriku berada dimana-mana? Dimana lagi kalau bukan di geng dokumentasi. Berbagai angle, berbagai gaya, menghasilkan ratusan file foto dan video.
Jelang malam, Villa pun siap untuk ditempati. Semua bergegas membawa segala perlengkapan dan bersiap Shalat Maghrib. Lanjut, menyiapkan hidangan makan malam. Sebagaimana biasa, Orang Muna tidak lengkap hidupnya tanpa sayur kelor. So, di tempat wisata pun kita harus puru-puru kelor.
Habis makan, Shalat Isya lalu cari kegiatan masing-masing. Ada yang menuju arah pantai, ada yang duduk main domino, ada juga yang karaokean. Pokoknya seru-seruan. And then, jelang jam 11, diriku memilih untuk tidur. Bersiap untuk hari esok.
Hari ke-2
Setelah shalat Subuh, keluarlah diriku duduk-duduk di teras sembari mengaji. Langit masih tampak gelap. Lalu, disatu waktu, warna langit berubah ke biru cenderung ungu. Masya Allah ternyata ini namanya fenomena blue hour (jam biru). Asli, indah sekali. Kuterpesona.
Saat matahari sudah tampak, semua bergegas. Saya dan beberapa teman meilih untuk jalan-jalan di area pantai. Meski air laut sedang surut tapi tidak mengurang keindahan pantai ini. Di beberapa bagian masih ada genangan air yang menimbulkan efek indah saat ditangkap oleh kamera.
Berhubung Harna membawa kamera Iphone, kami mengabadikan gambar hampir disegala sisi. Salah satu spot estetik adalah di tiang-tiang bangunan yang belum jadi. Puas foto-foto, kembali ke Villa untuk mengisi kampung tengah.
Beres urusan perut, kembali lagi ke pantai. Pak Kadis mengajak untuk main voli. Sayangnya, bola yang tersedia hanya bola kaki. Saya pun memilih untuk melanjutkan pembuatan konten dengan berbagai angle. Salah satunya saat mandi laut. Masya Allah, nyaman sekali.
Setelah merasakan sensasi air asin Pantai Labobo, saya melihat teman-teman yang berkumpul di area pantai. Ternyata, sedang merencanakan untuk main Hadang atau Ase (Bahasa Muna). Permainan masa kecil yang seru sekali.
Semua bersemanagta dan segera membentuk Tim. Permainan berlangsung seru dan penuh canda tawa. Nyaris disepanjang waktu bermain, tidak lepas dari tawa. Berhubung matahari semakin terik, sekitar jam 10 kami memilih untuk berhenti dan melanjutkan aktivitas lain.
Hiburan dan Persiapan PulangSaya yang sudah nyebur di laut memilih untuk mandi sekaligus ganti baju dengan nuansa maron krem. Persiapan untuk buat konten ala-ala. After mandi, diriku bergabung ke rombongan yang tengah ber karaoke ria di gazebo samping Villa.
Puas karaokean, lanjut Goyang. Karena diriku tidak join, jadi saya memilih untuk ke arah pantai. Ditemani Tripod, saya mengabadikan gambar dan video dari berbagai sisi. Saya memilih ke bangunan yang belum jadi sebab dipinggir pantai semakin banyak pengunjung.
Tempatnya rada-rada spooky karena sepertinya bangunan ini, gagal jadi. Untuk kesini harus ekstra hati-hati sebab di ebberapa bagian, jembatan pengubungnya nyaris ambruk. Andai saja bangunan ini diselesaikan, pasti jadi tempat nongkrong yang kece.
Setelah puas foto-foto dan video, saya pun kembali ke Villa sebab rencananya kami akan pulang siang. Keputusan ini diambil mengingat waktu tempuh yang hampir 3 jam. Terlebih, bus hanya akan mengantar sampai titik kumpul di rumah Pak Kadis. Saya sendiri masih harus motoran sekitar se jam untuk sampai kembali ke rumah.
Alhamdulillah, prosesi pulang no drama-drama. Semuanya happy dan pulang dengan ceritanya masing-masing. Momen 24 jam, untuk kenangan yang akan tinggal selamanya.
Posted by 



comment 0 Comment
more_vert