MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

Imam As Suyuthi, Hidup Isinya Nikmat Semua

 Imam As Suyuthi, Hidup Isinya Nikmat Semua
Add Comments
Jumat, 20 Februari 2026

Imam As Suyuthi, Hidup Isinya Nikmat Semua

Ada 2 buku Biografi Imam As Suyuthi (meninggal 911 H, sekarang 1447 H). Yang menceritakan hidupnya yang 'hanya' 61 tahun. Namun, karyanya lebih panjang dari usianya

Buku Putih tulisan As Suyuthi sendiri yang menceritakan hidupnya sendiri

Buku Hitam Merah tulisan murid As Suyuthi. Seseorang yang belajar dengan As Suyuthi puluhan tahun.

Buku Putih (At-Tahadduts bin Ni'matillah = membicarakan kenikmatan)

Beliau menulis buku ini padahal masih belasan tahun sebelum wafat. Membicarakan kenikmatan Allah. Bayangkan ada orang yang merasa seluruh hidupnya itu nikmat sehingga perlu diceritakan dalam biografi hidupnya.

Pembukaan : bermula dari “Wa amma biniikmati robbika fahaddist" (Adapun nikmat Allah, maka bicarakan atau ceritakan).

Apakah hidupnya tidak pernah ada masalah? Ya ada dong. Tapi beliau memaknai semuanya sebagai nikmat.

Inilah kenapa para ulama Islam selalu bilang, "Begitu banyak manfaat dari membaca biografi orang-orang shalih, baik, berilmu, para pemimpin hebat dalam Islam."

Disetiap kisah hidup mereka ada pelajaran. Karena itulah kita perlu membaca hidup mereka. Supaya kita bisa menggantikan kekaguman kita pada banyak orang yang akdang tidak pantas dikagumi.

Imam As-Suyuthi punya berapa banyak karya? Ada perbedaan pendapat tapi kisarannya diantara 500-600 judul buku.

POV-Q "Masya Allah. dihidup yang 61 tahun, karya nya sedemikian banyak. Sungguh hidup dengan sepenuh kemanfaatan."

Sebelum lanjut bahas bukunya, Ustadz Budi memaparkan bahwa ternyata Imam As-Suyuthi adalah anak dari seorang ulama bernama Abu Bakar yang memiliki banyak murid. Nama asli yang diebrikan oleh ayahnya adalah Abdurrahman bin Abu Bakar.

Bapaknya berguru pada Imam Ibnu Hajar Al Asqalani. Penulis Kitab Fathul Bari. Yang menjelaskan tentang Shahih Bukhari. Intinya Ibnu Hajar adalah sosok luar biasa.

POV-Q "Hmmmm... ternyata ini juga tentang circle. Bagaimana seorang anak dibesarkan dalam lingkungan yang penuh keberkahan. Bismillah, mari kita ikhtiarkan lingkungan keluarga terbaik itu. Semoga Allah izinkan."😢😢

ImamAs-Suyuthi bercerita tentang bapaknya. Di awal biografinya, As Suyuthi menulis, "Saya akan sebutkan salah satu fatwa ayah saya tapi saya sendiri punya pendapat yang berbeda."

Muqaddimah yang bagus sekali. Ahli ilmu, adab tetap dijaga karena Abu Bakar adalah ayahnya, gurunya, tapi dia juga punya pendapat yang beda. Tentu berbeda dengan ilmu.

POV-Q "Mo nangis. adab keluarga ahli ilmu luar biasa sekali. Menonton cara Ustadz Budi membaca kitab, rasanya 'Ya Allah tolong izinkan diantara keluarga kami ada yang bisa membaca kitab dan menjelaskannya'. 


Makanya, sebelum lanjut menulis, Imam As-Suyuthi menekankan tentang kaidah ilmu. Pertama, tidak disebutkan (Ustadz Budi skip). Kedua, bahwa kalau saya berbeda dengan orang-orang yang se zaman dengan saya. Itu bukan permusuhan maupun fanatisme pendapat. Tapi tujuan kami adalah mengikuti kebenaran dan tidak basa-basi dalam kebenaran/agama. 

Lanjut dikasi contoh. Ayah saya pernah ditanya tentang umur, apakah bisa bertambah atau berkurang? 

Ayahnya menajwab bahwa tidak bisa. Terus ditanya lagi dengan hadist yang menyatakan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur. Ayahnya menjawab bahwa yang dikmaksud itu adalah panjang berkahnya. 

Nah, Imam As-Suyuthi mengatakan izinkan saya berebda. Umur bisa bertambah dan bisa berkurang. "Izinkan saya berkata sangat banyak hadist dan riwayat yang menyatakan bahwa umur bisa bertambah dan berkurang."

Bagaiaman penjelasannya? Nantikan di next episode.