MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

8(3)/365 in 2026 "Day 14 Puasa"

8(3)/365 in 2026 "Day 14 Puasa"
Add Comments
Sabtu, 07 Maret 2015
Catatan Kajian Ustaz Budi tentang Kediaman Abu Bakar radhiyallahu 'anhu
Keluar dari Zam-Zam Tower, kita langsung berhadapan dengan Masjidil Haram. Bisa dibayangkan, seluruh kehidupan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dari usia 0 sampai hijrah pada usia 53 tahun dihabiskan di sekitar Ka'bah. Uniknya, kisah tentang Madinah pada zaman Nabi justru tertulis lebih tebal daripada kisah saat di Mekkah, padahal Rasulullah hidup lebih lama di Mekkah.
Di Madinah beliau hanya tinggal selama 10 tahun, tetapi pembahasannya sangat mendalam. Kenapa? Karena yang banyak dipotret dari kehidupan Nabi adalah fase setelah menjadi nabi, bukan sebelumnya. Kisah sebelum kenabian tetap diceritakan, tetapi porsinya sedikit.
Beliau diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun. Dakwah di Mekkah berlangsung kurang lebih 13 tahun dan diisi dengan gerakan gerilya. Pada tahun ke-1 sampai ke-3 kenabian, dakwah dilakukan secara diam-diam sehingga aktivitasnya sulit dicatat. Bahkan, para ahli sejarah menemukan bahwa sahabat yang masuk Islam pada masa ini sering berkata, "Saya adalah orang kesekian yang masuk Islam." Padahal setelah dihitung kembali, urutan tersebut keliru.
Kekeliruan ini bukan karena sahabat berbohong, melainkan karena keterbatasan informasi yang mereka ketahui saat itu. Ternyata, ada sahabat lain yang masuk Islam secara sembunyi-sembunyi dan merahasiakan identitasnya, sehingga sulit dilacak.
Oleh karena itu, catatan sejarah di Mekkah tidak banyak. Mekkah adalah fase membangun fondasi—sebuah masa yang sunyi. Sementara itu, Madinah adalah fase membangun negara, sehingga ceritanya jauh lebih ramai dan dinamis. Itulah alasan mengapa catatan sejarah Mekkah lebih sedikit dibanding Madinah.
Hikmahnya bagi keluarga muslim yang sedang membangun fondasi kehidupan adalah: hindari hingar-bingar. Bangunan yang menjulang tinggi seperti Zam-Zam Tower pasti memiliki fondasi yang dalam, kuat, dan kokoh. Fondasi tersebut harus rela tertanam di dalam tanah, meskipun perannya paling vital.
Hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram, di bagian mana pun, pasti menyimpan nilai sejarah. Zam-Zam Tower sendiri berdiri di kawasan yang dulunya bernama Ajyad.
Rumah Abu Bakar terletak di sebelah Makkah Tower. Anda tinggal naik eskalator di samping bangunan setengah meter, yang sekarang telah dialihfungsikan menjadi Masjid Abu Bakar. Jika Anda tidak mendapat tempat shalat di area utama Masjidil Haram, masjid ini bisa menjadi pilihan terbaik karena suasananya cenderung lebih sepi saat shalat Jumat.
Meskipun Zam-Zam Tower dan Makkah Tower berdiri berdampingan, keduanya berada di kawasan yang berbeda. Zam-Zam Tower masuk wilayah Ajyad, sedangkan Makkah Tower masuk wilayah Misfalah. Ajyad dan Misfalah sendiri dulunya merupakan nama perbukitan/gunung.
Disebutkan dalam kitab bahwa rumah Abu Bakar memiliki derajat dan peran yang tidak kalah penting dari Rumah Arqam bin Abil Arqam (yang terletak di samping istana, di balik Bukit Shafa). Rumah ini menjadi tempat yang disukai oleh Nabi sekaligus tempat bernaung yang aman bagi umat muslim yang masih lemah saat itu.
Berangkat umrah, pulang membawa ilmu dan iman.