MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

Resume Webinar Dsikusi Buku "Suara Hatta Dalam Belenggu"

Resume Webinar Dsikusi Buku "Suara Hatta Dalam Belenggu"
Add Comments
Rabu, 17 September 2025

Tanggal : 18 September 2025
Lokasi : Zoom Meeting
Penyelenggara : UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta (Memperingati HUT ke-19)

Kegiatan ini bertujuan menghadirkan kembali nilai keteladanan Bung Hatta melalui literasi sejarah. Buku "Suara Hatta Dalam Belenggu" merupakan karya orisinal pegawai UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di bawah bimbingan Tim Analisis Pemikiran Bung Hatta. Buku ini dapat diakses secara digital melalui website resmi perpustakaan.

Pokok Pikiran Pemateri

1. Ibu Siti Robiah (Ketua Tim Penulis SHDB)
Buku ini memotret perjalanan Bung Hatta di berbagai pengasingan dan penjara Belanda. Poin utamanya adalah bagaimana keterbatasan fisik (penjara) justru dijadikan ruang produktif untuk menulis dan berpikir.
Struktur Buku:
  1. Dekat dengan Bung Hatta (Personal).
  2. Perjuangan di Negeri Belanda.
  3. Masa Penjara Glodok (Analisis Ekonomi & Kapitalisme).
  4. Masa Digul & Banda Neira (Alam Pikiran Yunani).
  5. Masa Sukabumi hingga Menumbing (Kedaulatan NKRI).
2. Prof. Silvia Hanani (Perspektif Sosiologis & Sejarah)
  • Relevansi Kontemporer: Menghargai pahlawan adalah ciri bangsa besar. Buku ini memutus rantai "keterputusan generasi" dengan mengemas sejarah dalam bahasa yang renyah dan kontemporer (tidak kaku/ilmiah berat).
  • Filosofi Penjara: Bagi Hatta, penjara adalah "taman berpikir" untuk meluruskan arah bangsa.
  • Nilai Utama: Kejujuran adalah aset bangsa. Hatta adalah sosok yang sangat disiplin (tercermin dari Almanak Panjang di Glodok) dan tetap berjuang meski dalam kesunyian pengasingan.
  • Refleksi: Jika pahlawan dulu bisa memerdekakan bangsa dalam keterbatasan, mengapa kita yang memiliki kebebasan justru merasa sulit mewujudkan cita-cita bangsa?
3. Dr. Wan Nofri (Perspektif Kepemimpinan & Literasi)
  • Hatta sebagai Kompleksitas: Beliau adalah perpaduan pejuang, cendekiawan, dan negarawan yang visinya selalu berlandaskan ketuhanan dan kemanusiaan (bukan sekadar politik barat/individualisme).
  • Kritik Sosial: Elit politik saat ini perlu membaca buku ini untuk memahami bahwa jabatan adalah alat perjuangan, bukan sekadar formalitas atau mengejar anggaran.
  • Budaya Literasi: Mengajak untuk menghidupkan kembali tradisi literasi (membaca & menulis) yang mulai luntur guna meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik masyarakat.
III. Sesi Diskusi & Saran Peserta
Moderator: Ibu Desli Yenita
Saran Strategis (Waode Hasrana - Peserta dari Pulau Muna, Sultra):
  • Promosi Terintegrasi: Sosialisasi Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dan buku SHDB perlu diperkuat di titik wisata sejarah lain, seperti Rumah Kelahiran Bung Hatta. Banyak pengunjung hanya melihat foto tanpa mengetahui adanya pusat studi/perpustakaan yang menyimpan pemikiran mendalam beliau.
Acara diakhiri dengan kuis interaktif berhadiah. Kesimpulan utama dari diskusi ini adalah pentingnya melakukan "reinkarnasi nilai" kejujuran dan semangat juang Bung Hatta dalam konteks kekinian agar tidak menjadi catatan masa lalu yang beku.
Berikut adalah link resmi untuk mengakses buku tersebut serta informasi terkait penyelenggara webinar: