Saya sarankan, kalau baca biografi jangan hanya biografi orang banyak duit tapi juga biografi orang shalih. Orang-orang alim pun banyak kok yang punya duit dan kuasa.
JANGAN salah literatur, nanti hidupmu SALAH.
Imam As-Suyuthi cita-cita hidupnya apa sih?
Cita-citanya sangat tidak biasa dan tidak lazim. Dan beliau mengejar itu sangat luar biasa. Cita-citanya diilhami oleh satu hadist Nabi shallallahu alaihi wa salam.
Itulah indahnya orang belajar Islam, cita-cita saja datang dari hadist dan Al-Qur'an. Hadist yang menjadi cita-cita Imam As-Suyuthi cukup terkenal. Bahkan beliau sampai membuat satu bab tersendiri tentang hadist tersebut.
"Imam Abu Daud meriwayatkan dalam Sunannya, Imam Al Hakim dalam Mustadraknya dari Abu Huraitah dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salam bersabda Innallaha yab'atsu lihadzihil ummah 'ala kulli ra'si mi'ah sanah man yujaddid laha dinaha. Artinya, Sesungguhnya Allah akan mengutus bagi umat ini pada setiap akhir seratus tahun seseorang yang memperbaharui (meluruskan) agama mereka."
Dalam Ihya Ulumuddin dinyatakan bahwa hadist ini SHAHIH. Inti dari hadist ini adalah MUJADDID.
Saat itu, Imam As-Suyuthi merasa bahwa hidupnya tuh berada diwaktu yang tepat. Jika Allah memberinya umur panjang, hidup sampai lebih dari Tahun 900-an, maka beliau termasuk generasi awal tahun selanjutnya.
Tentu yang menyatakan bahwa seseorang dinyatakan Mujaddi atau bukan, tidak bisa diri sendiri. Nanti zaman selanjutnya baru akan terlihat karyanya, ilmunya, keshalihannya, pengaruhnya di dunia Islam.
Nah, setelah semua faktor itu dilihat oleh generasi selanjutnya barulah bisa disimpulkan bahwa pada tahun sekian, Mujaddid nya adalah Fulan.
Jadi, cita-cita seorang Imam As-Suyuthi adalah menjadi seorang MUJADDID. Ini adalah cita-cita yang tidak lazim bagi manusia pada umumnya sebab untuk menjadi seorang Mujaddid dia harus memenuhi semua unsur Ilmu yang tinggi, Keshalihan yang tinggi, Pengaruh yang sangat besar, Membuat perubahan yang luar biasa.
Posted by 
comment 0 Comment
more_vert