Disclaimer : catatan berikut adalah hasil interpretasi pribadi setelah mengunjungi Gua Liangkobori dan Gua Metanduno. So, bisa jadi ada kekeliruan dalam tulisan ini. Jika ingin memberi kritik dan saran, mari berdiskusi di kolom komentar.
1. Alasan Pembuatan
Sampai sekarang belum ada data pasti mengenai alasan di balik pembuatan lukisan-lukisan purba ini. Dulunya, kupikir hanya sekadar lukisan gabut. Namun, setelah melihat langsung, kumpulan gambar ini tampak dikerjakan secara 'profesional'. Tampak dari bahan yang digunakan dan penempatan posisi gambar. Artinya, hal ini bisa jadi dilakukan untuk menunjukkan eksistensi mereka. Kalau istilah zaman sekarang, numpang eksis tapi pakai media batu.
Iseng-iseng saya pun bertanya ke Google AI, "apakah mereka bisa dikategorikan sebagai content creator zaman purba?" Dan jawabannya yes, memenuhi unsur content creator masa kini.
So, bisa dibilang, sejauh ini penghuni Pulau Muna zaman dulu adalah sesepuh content creator. Ya gak sih?
2. Penempatan
Saat diperhatikan dengan seksama, tampak zona lukis yang dipilih tidak disembarang tempat. Sebagaimana gua pada umumnya, ada tetesan air dari dinding maupun langit-langit gua yang membuat dinding berlumut hingga membentuk stalaktit dan stalakmit. Uniknya, posisi tempat mereka menggambar hanya sebagian kecil yang terkena lumut, sedangkan sisanya masih bersih.
Saat diperhatikan dengan seksama, tampak zona lukis yang dipilih tidak disembarang tempat. Sebagaimana gua pada umumnya, ada tetesan air dari dinding maupun langit-langit gua yang membuat dinding berlumut hingga membentuk stalaktit dan stalakmit. Uniknya, posisi tempat mereka menggambar hanya sebagian kecil yang terkena lumut, sedangkan sisanya masih bersih.
3. Galeri Seni Purba
Seperti yang saya tulis diawal bahwa lukisan ini tampak dibuat secara "profesional" untuk ukuran manusia prasejarah. Sehingga, saya menyebut gua ini sebagai "Galeri Seni" manusia purba.
Seperti yang saya tulis diawal bahwa lukisan ini tampak dibuat secara "profesional" untuk ukuran manusia prasejarah. Sehingga, saya menyebut gua ini sebagai "Galeri Seni" manusia purba.
Uniknya, ada perbedaan mencolok antara lukisan di Goa Liangkobori dan Goa Metanduno. Di Liangkobori, ibarat galeri, lukisannya tampak dibuat oleh para pelukis amatiran karena gambarnya masih kurang jelas dan berukuran kecil. Sedangkan di Goa Metanduno, tampak dikerjakan oleh pelukis yang lebih expert. Gambar-gambarnya terlihat jelas dan bentuknya nyaris menyamai objek aslinya.
Posted by 
comment 0 Comment
more_vert