MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

Forum Komunikasi Publik "Strategi Bangun Narasi, Kuatkan Reputasi Negeri"

Forum Komunikasi Publik "Strategi Bangun Narasi, Kuatkan Reputasi Negeri"
Add Comments
Rabu, 03 Juni 2026

Diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas). Dilaksanakan secara Hybrid yaitu Luring di Golden View Hotel, Batam & Daring via media digital (zoom meeting).

Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat internalisasi Pancasila dan merumuskan strategi komunikasi publik yang efektif di tengah tantangan disinformasi era digital. Fenomena Konten Mikro: Siaran pers resmi dan klarifikasi lengkap sering kali kalah saing dengan potongan video 15 detik yang viral di media sosial.

Pemerintah Kota Batam diwakili oleh Riama Manurung selaku Kepala Kesbangpol Batam. Dalam sambutannya, Riama Manurung memaparkan bagaimana Batam menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam program nyata menuju "Kota Madani". Pancasila diimplementasikan dalam kebijakan dan pembangunan melalui langkah-langkah berikut ini:

  • Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Kolaborasi lintas agama melalui insentif Rp1 juta/bulan untuk tokoh agama.
  • Sila ke-2 (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab): Jaminan sosial berupa bantuan Rp400 ribu/bulan untuk lansia.
  • Sila ke-3 (Persatuan Indonesia): Menjaga heterogenitas Batam agar tetap harmonis dan kompetitif melalui pendekatan komunikatif.
  • Hasil Nyata: Batam tetap aman dan kondusif saat terjadi gejolak di daerah lain pada bulan Agustus, berkat peran aktif tiga forum strategis:
    • FPK (Forum Pembauran Kebangsaan)
    • FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)
    • FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat)

Setelah sambutan dilanjutkan dengan pemutaran Video Kinerja BPIP 2025. Kelahiran BPIP pada tahun 2018 dilatarbelakangi oleh Adanya kekosongan instrumen pembinaan ideologi selama 20 tahun pasca dicabutnya TAP MPR tentang P4. BPIP hadir untuk memastikan nilai Pancasila kembali terinternalisasi dan menjadi arah pembangunan.

Sambutan Sekretaris Utama BPIP (Tonny Agung Arifianto)

Sekretaris Utama BPIP menekankan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa dari perang proksi modern. Beliau menyoroti 3 cara sistematis untuk menghancurkan/melemahkan sebuah negara:

  1. Hancurkan sejarah bangsanya.
  2. Hilangkan bukti-bukti sejarahnya.
  3. Putuskan hubungan generasi muda dengan leluhurnya.

Poin-poin sambutan Sekretaris Utama BPIP antara lain :

  • Koreksi Sejarah & Asal-usul Pancasila: Indonesia perlu meluruskan pemahaman sejarahnya. Istilah yang tepat secara historis adalah BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan), bukan BPUPKI (tanpa "Indonesia" di akhir karena saat itu wilayahnya belum final). Pancasila berakar dari 5 gagasan dasar yang diusulkan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945, yang kemudian dilegitimasi melalui Keppres No. 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
  • Tantangan Ideologi: Data menunjukkan 11,2% masyarakat merasa nilai Pancasila sudah mulai ditinggalkan.
  • Peran Humas Pemerintah: Jika ruang digital terus dibanjiri narasi kebencian, keberlangsungan bangsa akan rusak. Insan humas pemerintah harus menjadi garda terdepan yang mengalihkan ruang digital menjadi wadah gotong royong kebangsaan melalui literasi digital demi membentuk netizen yang bijak.

Bedah Algoritma Media Sosial (Rofi Uddarojat – Public Policy Manager TikTok Indonesia & Asia Tenggara)

Sebagai Video Distribution Platform, TikTok memiliki karakteristik unik dalam memperebutkan atensi publik:

  • Sistem FYP (For You Page): Distribusi video di TikTok tidak bergantung pada jumlah pengikut (followers) sebuah akun, melainkan murni berbasis pada interest (ketertarikan) pengguna terhadap konten hiburan yang disajikan.
  • Kompetisi Atensi: Lebih dari 66.000 video dibuat dalam 1 menit di TikTok. Pengguna rata-rata menghabiskan waktu setara dengan durasi menonton 1 film per hari.
  • Tantangan Humas: Akun pemerintah saat ini menghadapi tingkat distrust (ketidakpercayaan) yang sangat tinggi dari publik. Humas pemerintah dituntut memahami keunikan platform ini agar konten edukasi negara mampu bersaing dengan konten kreator komersial.

Hamdan Hamedan (Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI/KSP mengingatkan agar waspada Judi Online (Judol) & Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal:

  • Hubungan antara Judol dan Pinjol sangat erat; konsumen utama Pinjol ilegal umumnya adalah pelaku Judol dan pengguna narkoba.
  • Saat ini hanya ada 99 Pinjol legal yang terdaftar di OJK, sementara jumlah Pinjol ilegal sangat masif.
  • Traffic Judol tertinggi terpantau pada pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB. Setiap keluarga harus waspada jika ada anggota keluarga yang begadang tanpa aktivitas jelas. Di sisi lain, bandar Judol juga kerap memberikan iming-iming kepada penyedia jasa internet (ISP) lokal untuk meloloskan akses situs mereka.

Dino Patti Djalal (Pakar Diplomasi & Mantan Duta Besar RI)

Dino Patti Djalal menyoroti kelemahan mendasar dalam strategi komunikasi publik (Public Relations) dan diplomasi internasional Indonesia, serta memberikan cetak biru (blueprint) tentang bagaimana seharusnya negara membangun identitas global.

1. Pelajaran Pahit Sejarah: Kekalahan Public Relations

  • Tragedi Atambua & Kasus Timor Timur: Tragedi kemanusiaan seperti pembakaran 5 staf PBB di Atambua menunjukkan betapa krusialnya manajemen reputasi. Indonesia mengalami kekalahan telak di panggung dunia dalam isu Timor Timur bukan karena realitas di lapangan, melainkan karena kalah dalam perang Public Relations (PR).
  • Strategi Lawan: Tokoh seperti Ramos Horta berhasil membangun narasi yang membingkai Indonesia sebagai penjajah atau penakluk (oppressor).
  • Kelemahan Diplomasi Klasik: Diplomasi Indonesia cenderung kaku, kurang kreatif, dan jarang beradu argumen secara terbuka di lapangan. Instruksi dari pusat sering kali ditelan mentah-mentah tanpa penyesuaian konteks lokal, sehingga gagal membangun simpati publik internasional.

2. Membaca Psikologi Dunia Internasional terhadap Karakter Indonesia

Pihak asing sangat memahami dua kelemahan psikologis laten dari karakter komunikasi orang Indonesia:

  • Anti-Kritik & Reaktif: Indonesia sangat sensitif terhadap citra negatif dan mudah terpancing emosinya. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Indonesia untuk sengaja memancing kemarahan demi mendapatkan panggung publikasi.
    • Solusi: Tidak semua serangan harus direspon secara defensif. Kadang, strategi terbaik adalah diam agar isu tersebut hilang dengan sendirinya.
  • Haus Validasi & Pujian: Pihak asing tahu bahwa cara termudah untuk meluluhkan posisi tawar Indonesia dalam negosiasi adalah dengan memberikan pujian bertubi-tubi.
    • Solusi: "Jangan mudah dipuji dan jangan mencari pujian." Mencari validasi mencerminkan rasa tidak aman (insecure). Sikapi pujian dengan senyuman, lalu alihkan pembicaraan untuk menunjukkan posisi tawar yang kuat.

3. Merumuskan Identitas Internasional Berbasis Aset Nyata (Real Assets)

Setiap negara besar memiliki identitas global yang melekat (AS sebagai Superpower, Tiongkok sebagai The Rising Great Power, Norwegia sebagai Peacemaker). Indonesia harus mendefinisikan identitasnya secara strategis berdasarkan 3 kekuatan nyata yang diakui dunia:

  1. Negara Demokrasi Ketiga Terbesar di Dunia: Narasi yang berhasil digaungkan pada era 2000-an (setelah India dan AS) untuk mengubah persepsi dunia terhadap stabilitas politik dalam negeri pasca-reformasi.
  2. Negara Mayoritas Muslim Terbesar di Dunia: Menjadi modal diplomatik krusial (terutama pasca-tragedi 9/11) sebagai jembatan penengah antara peradaban Barat dan dunia Islam. Populasi Muslim Indonesia bahkan melampaui gabungan seluruh Timur Tengah.
  3. Environmental Superpower (Raksasa Lingkungan Hidup): Indonesia adalah kunci stabilitas iklim global. Hutan Indonesia bertindak sebagai penyerap karbon global, yang berarti dunia berutang budi atas layanan ekologi gratis ini.