Diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas). Dilaksanakan secara Hybrid yaitu Luring di Golden View Hotel, Batam & Daring via media digital (zoom meeting).
Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat internalisasi
Pancasila dan merumuskan strategi komunikasi publik yang efektif di tengah
tantangan disinformasi era digital. Fenomena Konten Mikro: Siaran pers
resmi dan klarifikasi lengkap sering kali kalah saing dengan potongan video 15
detik yang viral di media sosial.
Pemerintah Kota Batam diwakili oleh Riama Manurung selaku
Kepala Kesbangpol Batam. Dalam sambutannya, Riama Manurung memaparkan bagaimana
Batam menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam program nyata menuju "Kota
Madani". Pancasila diimplementasikan dalam kebijakan dan pembangunan
melalui langkah-langkah berikut ini:
- Sila
ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Kolaborasi lintas agama melalui
insentif Rp1 juta/bulan untuk tokoh agama.
- Sila
ke-2 (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab): Jaminan sosial berupa
bantuan Rp400 ribu/bulan untuk lansia.
- Sila
ke-3 (Persatuan Indonesia): Menjaga heterogenitas Batam agar tetap
harmonis dan kompetitif melalui pendekatan komunikatif.
- Hasil
Nyata: Batam tetap aman dan kondusif saat terjadi gejolak di daerah
lain pada bulan Agustus, berkat peran aktif tiga forum strategis:
- FPK
(Forum Pembauran Kebangsaan)
- FKUB
(Forum Kerukunan Umat Beragama)
- FKDM
(Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat)
Setelah sambutan dilanjutkan dengan pemutaran Video
Kinerja BPIP 2025. Kelahiran BPIP pada tahun 2018 dilatarbelakangi oleh
Adanya kekosongan instrumen pembinaan ideologi selama 20 tahun pasca dicabutnya
TAP MPR tentang P4. BPIP hadir untuk memastikan nilai Pancasila kembali
terinternalisasi dan menjadi arah pembangunan.
Sambutan Sekretaris Utama BPIP (Tonny Agung Arifianto)
Sekretaris Utama BPIP menekankan pentingnya menjaga
kedaulatan bangsa dari perang proksi modern. Beliau menyoroti 3 cara
sistematis untuk menghancurkan/melemahkan sebuah negara:
- Hancurkan
sejarah bangsanya.
- Hilangkan
bukti-bukti sejarahnya.
- Putuskan
hubungan generasi muda dengan leluhurnya.
Poin-poin sambutan Sekretaris
Utama BPIP antara lain :
- Koreksi
Sejarah & Asal-usul Pancasila: Indonesia perlu meluruskan
pemahaman sejarahnya. Istilah yang tepat secara historis adalah BPUPK
(Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan), bukan BPUPKI (tanpa
"Indonesia" di akhir karena saat itu wilayahnya belum final).
Pancasila berakar dari 5 gagasan dasar yang diusulkan oleh Bung Karno pada
1 Juni 1945, yang kemudian dilegitimasi melalui Keppres No. 24 Tahun
2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
- Tantangan
Ideologi: Data menunjukkan 11,2% masyarakat merasa nilai Pancasila
sudah mulai ditinggalkan.
- Peran
Humas Pemerintah: Jika ruang digital terus dibanjiri narasi kebencian,
keberlangsungan bangsa akan rusak. Insan humas pemerintah harus menjadi garda
terdepan yang mengalihkan ruang digital menjadi wadah gotong royong
kebangsaan melalui literasi digital demi membentuk netizen yang bijak.
Bedah Algoritma Media Sosial (Rofi Uddarojat – Public
Policy Manager TikTok Indonesia & Asia Tenggara)
Sebagai Video Distribution Platform, TikTok memiliki
karakteristik unik dalam memperebutkan atensi publik:
- Sistem
FYP (For You Page): Distribusi video di TikTok tidak bergantung
pada jumlah pengikut (followers) sebuah akun, melainkan murni
berbasis pada interest (ketertarikan) pengguna terhadap konten
hiburan yang disajikan.
- Kompetisi
Atensi: Lebih dari 66.000 video dibuat dalam 1 menit di TikTok.
Pengguna rata-rata menghabiskan waktu setara dengan durasi menonton 1 film
per hari.
- Tantangan
Humas: Akun pemerintah saat ini menghadapi tingkat distrust
(ketidakpercayaan) yang sangat tinggi dari publik. Humas pemerintah
dituntut memahami keunikan platform ini agar konten edukasi negara mampu
bersaing dengan konten kreator komersial.
Hamdan Hamedan (Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi
Pemerintah RI/KSP mengingatkan agar waspada Judi Online (Judol) &
Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal:
- Hubungan
antara Judol dan Pinjol sangat erat; konsumen utama Pinjol ilegal umumnya
adalah pelaku Judol dan pengguna narkoba.
- Saat
ini hanya ada 99 Pinjol legal yang terdaftar di OJK, sementara
jumlah Pinjol ilegal sangat masif.
- Traffic
Judol tertinggi terpantau pada pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB.
Setiap keluarga harus waspada jika ada anggota keluarga yang begadang
tanpa aktivitas jelas. Di sisi lain, bandar Judol juga kerap memberikan
iming-iming kepada penyedia jasa internet (ISP) lokal untuk meloloskan
akses situs mereka.
Dino Patti Djalal (Pakar Diplomasi & Mantan Duta
Besar RI)
Dino Patti Djalal menyoroti kelemahan mendasar dalam
strategi komunikasi publik (Public Relations) dan diplomasi
internasional Indonesia, serta memberikan cetak biru (blueprint) tentang
bagaimana seharusnya negara membangun identitas global.
1. Pelajaran Pahit Sejarah: Kekalahan Public Relations
- Tragedi
Atambua & Kasus Timor Timur: Tragedi kemanusiaan seperti
pembakaran 5 staf PBB di Atambua menunjukkan betapa krusialnya manajemen
reputasi. Indonesia mengalami kekalahan telak di panggung dunia dalam isu
Timor Timur bukan karena realitas di lapangan, melainkan karena kalah
dalam perang Public Relations (PR).
- Strategi
Lawan: Tokoh seperti Ramos Horta berhasil membangun narasi yang
membingkai Indonesia sebagai penjajah atau penakluk (oppressor).
- Kelemahan
Diplomasi Klasik: Diplomasi Indonesia cenderung kaku, kurang kreatif,
dan jarang beradu argumen secara terbuka di lapangan. Instruksi dari pusat
sering kali ditelan mentah-mentah tanpa penyesuaian konteks lokal,
sehingga gagal membangun simpati publik internasional.
2. Membaca Psikologi Dunia Internasional terhadap
Karakter Indonesia
Pihak asing sangat memahami dua kelemahan psikologis laten
dari karakter komunikasi orang Indonesia:
- Anti-Kritik
& Reaktif: Indonesia sangat sensitif terhadap citra negatif dan
mudah terpancing emosinya. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang
tidak menyukai Indonesia untuk sengaja memancing kemarahan demi
mendapatkan panggung publikasi.
- Solusi:
Tidak semua serangan harus direspon secara defensif. Kadang, strategi
terbaik adalah diam agar isu tersebut hilang dengan sendirinya.
- Haus
Validasi & Pujian: Pihak asing tahu bahwa cara termudah untuk
meluluhkan posisi tawar Indonesia dalam negosiasi adalah dengan memberikan
pujian bertubi-tubi.
- Solusi:
"Jangan mudah dipuji dan jangan mencari pujian." Mencari
validasi mencerminkan rasa tidak aman (insecure). Sikapi pujian
dengan senyuman, lalu alihkan pembicaraan untuk menunjukkan posisi tawar
yang kuat.
3. Merumuskan Identitas Internasional Berbasis Aset Nyata
(Real Assets)
Setiap negara besar memiliki identitas global yang melekat
(AS sebagai Superpower, Tiongkok sebagai The Rising Great Power,
Norwegia sebagai Peacemaker). Indonesia harus mendefinisikan
identitasnya secara strategis berdasarkan 3 kekuatan nyata yang diakui dunia:
- Negara
Demokrasi Ketiga Terbesar di Dunia: Narasi yang berhasil digaungkan
pada era 2000-an (setelah India dan AS) untuk mengubah persepsi dunia
terhadap stabilitas politik dalam negeri pasca-reformasi.
- Negara
Mayoritas Muslim Terbesar di Dunia: Menjadi modal diplomatik krusial
(terutama pasca-tragedi 9/11) sebagai jembatan penengah antara peradaban
Barat dan dunia Islam. Populasi Muslim Indonesia bahkan melampaui gabungan
seluruh Timur Tengah.
- Environmental
Superpower (Raksasa Lingkungan Hidup): Indonesia adalah kunci
stabilitas iklim global. Hutan Indonesia bertindak sebagai penyerap karbon
global, yang berarti dunia berutang budi atas layanan ekologi gratis ini.
Posted by 

comment 0 Comment
more_vert