Alhamdulillah, hari kesepuluh di Bulan Januari 2026 bisa ngetrip lagi bersama keluarga besar Ibu a.k.a Harpena Squad. Jadi flashback awal tahun 2025, kita juga jalan ke Danau Napabale dan Puncak Wakila. Momen itulah yang menjadi perjumpaan pertamaku dengan puncak indah di Desa Kondongia tersebut.
Jalan-jalan kali ini dalam rangka menunaikan nadzarnya Mama Tua (Nenek) untuk mengajak anak, cucu, cicit makan-makan di Raha. Setelah sekian hari direncanakan tapi batal terus, akhirnya dieksekusi secara tiba-tiba pada Sabtu (10/1/26). Bertepatan dengan hari pasar di Wakadia.
Pulang dari pasar, ibu kasi info yang bikin dar der dor, "Selesai pasar orang-orang mau jalan." Tanpa basa-basi, langsung bergegas siapkan bekal seadanya. Alahmadulillah ibu sudah beli lapa-lapa dan ikan untuk dibakar. Jadi, tinggal gas per-sambal-an.
Sekitar jam 10 anggota rombongan OTW dari Wakadia ke Kapodo. Lucunya, hampir semua orang tidak tau tujuannya mau ke mana. Pokoknya jalan saja dulu. Walhasil, selama dalam perjalanan sibuk menebak dan menerka. Alih-alih bikin stres, ketidakjelasan tujuan ini malah jadi ajang lucu-lucuan.
Berangkat dengan 2 buah mobil, saya ikut rombongan yang disopiri oleh Paman. Sepanjang perjalanan paman bertekad untuk tetap berada di belakang karena tidak mau disuruh menentukan lokasi. Keputusan tertinggi ada di mobil depan dimana Mama Tua berada. Pokoknya kita mengikut titah saja. 😂😂
Jam 11.38 mobil depan berhenti di Pirla a.k.a Pinggir Laut di Raha. Kami yang di belakang ikut berhenti dan berpikir kalau lokasinya sudah fix. Ternyata, mereka berhenti karena belum juga ada clue mau kemana. 😂😂
Beberapa suara menyarankan lanjut ke Permandian Topa di Desa Labone. Sebagian yang lain mengajak ke Puncak Wakila. Setelah dirundingkan, akhirnya fix ke Wakila. Diriku sempat mikir, "Ini ngapain siang bolong ke Puncak Wakila? Pasti panas puooolll... Ditambah lagi, di sana wisata ruang terbuka jadi sepertinya tidak akan ada tempat berteduh."
Tapi, apalah dayaku yang hanya remah-remah rempeyek 😅😅. Jadi, mengikut saja. Berhubung perbekalan minim, maka diputuskan untuk beli hidangan prasmanan terlebih dahulu di RM Tiara. Rumah Makan andalan untuk urusan bungkus-bungkus.
Beres urusan perbekalan, rombongan cuss ke Puncak. Perjalanan kurang lebih setengah jam. Saking anehnya ke Wakila siang-siang, di pos masuk tidak ada penjaga. Jadinya, kami tidak perlu mengeluarkan sewa masuk dan parkir. Berasa tempat wisata milik pribadi.
Setelah parkir kami menuju area utama Puncak Wakila. Tempat menikmati keindahan Pulau Muna dari ketinggian. Ternyata, di sini tersedia gazebo dan pohon rindang yang bisa melindungi dari panasnya dunia. Alhamdulillah bisa menggelar perbekalan di tempat yang strategis.
Alhamdulillah nya lagi, di sini ada keluarga Bibi Asri yang dengan sigap menyediakan kebutuhan kami seperti piring, air bersih untuk cuci tangan, dan minuman dingin. Masya Allah. Apa yang kami dapatkan sangat jauh dari ekspektasi. Jazakumullah khairan katsir untuk keluarga Bibi Asri.
Orang lain sibuk menata perbekalan, persiapan mau makan, diriku sibuk mencari posisi strategis untuk tempat tripod. Momen seperti ini harus banget diabadikan. Dapatlah di bagian yang lebih tinggi dari tempat makan kami. Dan, semuanya mulai menyicip perbekalan sembari menikmati keindahan hamparan pohon hijau berpadu langit dan laut biru.
Sekitar 20 menit kemudian, sebuah tragedi terjadi. Tripodku tidak bisa menahan tiupan angin sehingga terjatuh. Nahasnya, HP ku malah terlempar ke pinggir jurang. Alhamdulillah tertahan oleh semak-semak dan dengan cekatan Jhon Ode melompat untuk menagmbil. Kalau tidak, HP kesayanganku akan jatuh meluncur ke jurang dan bisa dipastikan susah untuk di dapat. Huffftttt.
Setelah tragedi itu, jadi lebih berhati-hati. Fokus untuk makan dulu. Setelah makan, saya, bibi Amel, dan Ichy sekeluarga mendaki ke puncak tertinggi. Pemandangannya Masya Allah keren puooolll. Kalau punya piranti foto yang gacor, foto-foto dari sini dijamin amazing.
Saat masih di atas, terdengar ajakan untuk pulang. So, cekrek-cekreknya harus segera diakhir. Lagian, gak kuat juga sama panasnya. Sekitar jam 2, kami meninggalkan Puncak Wakila dan pulang ke rumah masing-masing.
Posted by 
comment 0 Comment
more_vert