Senin, 19 Januari 2026. Diawali dengan ikut Upacara Hari Kesadaran Nasional. Sebenarnya ini adalah upacara wajib setiap bulan yang digelar pada tanggal 17. Tapi, berhubung tanggal 17 adalah hari libur, jadi idgeser ke tanggal 19. Intinya wajib. Upacara kesadaran tapi entah kenapa rasa-rasanya makin banyak yang tidak sadar.
Usai upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pak Ali Basa, saya mau langsung OTW pulang kantor. Berhubung motor dibawa sama Rauf jadi diriku minta nebeng sama bu Saida. Sebenarnya langganan nebengku adalah Bu Rahmatia tapi pagi ini saya tidak melihatnya.
WOW. Bedah buku? Apa ku tak salah dengar? Gue banget tuh. Tanpa tedeng aling-aling, langsung ku meng-iya dan OTW ke Aula Kantor Bupati. Yang mau tau acara bedah bukunya, bacalah tulisan di bawah ini.
Pemkab Muna Barat Fasilitasi Bedah Buku "Mengenal
Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang
Muna" dan "Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar"
Penguatan Literasi menjadi salah satu unsur dalam visi misi pemerintahan
Laode Darwin-Ali Basa. Oleh sebab itu, Bupati Muna Barat menyambut positif
ketika Ustadz Ramli Bolu menyampaikan usulan untuk melaksanakan bedah buku
terhadap karya-karyanya. Sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan
literasi, Pemkab Muna Barat memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut
dengan menghadirkan Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa, Kepala Sekolah, serta
tamu undangan lainnya dalam acara Bedah Buku Mengenal Profil dari Legenda
Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna dan Membuka
Tabir Kepastian Malam Qadar.
Wakil Bupati Ali Basa hadir memberikan sambutan sekaligus
membuka acara yang digelar di Aula Kantor Bupati Muna Barat tersebut.
Agenda yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) menghadirkan Uztadz Ramli Bolu
selaku penulis serta tiga panelis yang terdiri dari Laode Hibali, Ustadz
Jafaruddin, dan Laode Ibo.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ali Basa mengapreasisi
penulis yang mengangkat tema tentang legenda Kontu Kowuna. Legenda yang telah
lama hidup dalam amsyarakat Muna ini membutuhkan kajian mendalam dan perspektif
dari berbagai cabang ilmu.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang
dipandu oleh Sekretaris BAPPEDA Muna Barat Surahman. Alumni Institut
Teknik Surabaya ini berharap melalui kegiatan seperti ini, cita-cita
pemerintahan Darwin-Ali Basa untuk membawa Muna Barat pada angka literasi 70 %
diakhir kepeimpinannya dapat terwujud.
Selanjutnya, Moderator menjabarkan secara singkat profil
Ustadz Ramli Bou selaku sosok sepuh yang mengisi masa pensiunnya sebagai
penceramah dan penulis buku. Hingga kini, sebanyak 15 eksampelar karyanya
terkait ibadah dan kehidupan masyarakat Muna telah naik cetak.
Surahman membacakan sebuah kutipan dari Pramoedya Ananta
Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." Kutipan tersebut
relevan dengan sosok Ustadz Ramli Bolu sebagai pensiunan guru yang layak
menjadi motivasi untuk memulai langkah kepenulisan agar dapat mengukir sejarah
dan terus dikenang melalui karya-karyanya.
Usai pemaparan profil dan pengantar singkat dari moderator,
Ustadz Ramli Bolu didaulat menuju mimbar untuk mengulas latar belakang dan
substansi buku Mengenal Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai
Warisan Budaya Orang Muna dan Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar.
Malam Qadar atau dalam Bahasa Muna disebut Kadhiri merupakan
malam istimewa yang berada pada 10 malam terakhir Bulan Ramdhan. Tidak ada yang
bisa memprediksi dengan pasti kapan datangnya malam yang disebut lebih baik
daripada seribu bulan tersebut. Kedatangannya hanya bisa diprediksi dan
diikhtiarkan dengan ibadah maksimal agar Allah pertemukan dengan momen Lailatul
Qadar.
Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam mengisi
10 hari terakhir Bulan Ramadhan dengan itikaf atau berdiam diri di masjid
sembari memaksimalkan ibadah wajib maupun Sunnah. Dalam masyarakat Muna
biasanya diperingati dengan Haroa atau istilah lainnya Baca-Baca.
Keistimewaan inilah yang mendorong Ustadz Ramli Bolu untuk
menulis buku Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar. Dimulai dengan
asbabun nuzul turunnya Surat Al Qadar ayat 1-5 , pengertian, amalan-amalan yang
harus dilakukan di Bulan Ramadhan, hingga ikhtiar yang dilakukan oleh penulis
untuk mencari berkah Lailatul Qadar.
Selanjutnya, penulis juga memaparkan secara singkat tentang
buku Mengenal Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan
Budaya Orang Muna. Kontukowuna atau Batu Berbunga dalam Bahasa
Indonesia, merupakan legenda yang diwariskan secara turun temurun sebagai
asal-usul nama Muna. Situs Kontu Kowuna berada di Desa Bahutara Kecamatan Kontu
Kowuna Kabupaten Muna. Lokasi ini dipercaya sebagai lokasi terdamparnya Kapal
Sawerigadi Putra Raja Luwu.
Setelah pemaparan tentang kedua buku yang ditulis oleh Ustadz Ramli Bolu, tiga panelis yakni Laode Hibali, Ustadz Jafaruddin, dan Laode Ibo memberikan tanggapan sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ustadz Jafaruddin selaku tokoh agama memberikan komentar terkait buku Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar. Sedangkan Laode Ibo selaku pegawai Balai Budaya Sulawesi Selatan dan La Ode Hibali selaku pegiat sejarah dan silsilah keluarga di Pulau Muna mengetengahkan bahasan tentang buku Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna.
Posted by 

comment 0 Comment
more_vert