MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

19/365 in 2026 "Bedah Buku"

19/365 in 2026 "Bedah Buku"
Add Comments
Senin, 19 Januari 2015

Senin, 19 Januari 2026. Diawali dengan ikut Upacara Hari Kesadaran Nasional. Sebenarnya ini adalah upacara wajib setiap bulan yang digelar pada tanggal 17. Tapi, berhubung tanggal 17 adalah hari libur, jadi idgeser ke tanggal 19. Intinya wajib. Upacara kesadaran tapi entah kenapa rasa-rasanya makin banyak yang tidak sadar.

Usai upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pak Ali Basa, saya mau langsung OTW pulang kantor. Berhubung motor dibawa sama Rauf jadi diriku minta nebeng sama bu Saida. Sebenarnya langganan nebengku adalah Bu Rahmatia tapi pagi ini saya tidak melihatnya. 

 Nantilah menejlang pulang, eh ternyata beliau datang dan membawa satu kabar yang bikin rencana nebeng sama Bu Saida buyar. "Nanti kita pulang sama-sama. Kita ikut dulu bedah buku," Kata Bu Rahmatia. 

WOW. Bedah buku? Apa ku tak salah dengar? Gue banget tuh. Tanpa tedeng aling-aling, langsung ku meng-iya dan OTW ke Aula Kantor Bupati. Yang mau tau acara bedah bukunya, bacalah tulisan di bawah ini. 

Pemkab Muna Barat Fasilitasi Bedah Buku "Mengenal Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna" dan "Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar"

 

Penguatan Literasi menjadi salah satu unsur dalam visi misi pemerintahan Laode Darwin-Ali Basa. Oleh sebab itu, Bupati Muna Barat menyambut positif ketika Ustadz Ramli Bolu menyampaikan usulan untuk melaksanakan bedah buku terhadap karya-karyanya. Sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan literasi, Pemkab Muna Barat memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut dengan menghadirkan Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa, Kepala Sekolah, serta tamu undangan lainnya dalam acara Bedah Buku Mengenal Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna dan Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar

Wakil Bupati Ali Basa hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara yang digelar di Aula Kantor Bupati Muna Barat tersebut.  Agenda yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) menghadirkan Uztadz Ramli Bolu selaku penulis serta tiga panelis yang terdiri dari Laode Hibali, Ustadz Jafaruddin, dan Laode Ibo.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ali Basa mengapreasisi penulis yang mengangkat tema tentang legenda Kontu Kowuna. Legenda yang telah lama hidup dalam amsyarakat Muna ini membutuhkan kajian mendalam dan perspektif dari berbagai cabang ilmu.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang dipandu  oleh Sekretaris BAPPEDA Muna Barat Surahman. Alumni Institut Teknik Surabaya ini berharap melalui kegiatan seperti ini, cita-cita pemerintahan Darwin-Ali Basa untuk membawa Muna Barat pada angka literasi 70 % diakhir kepeimpinannya dapat terwujud.

Selanjutnya, Moderator menjabarkan secara singkat profil Ustadz Ramli Bou selaku sosok sepuh yang mengisi masa pensiunnya sebagai penceramah  dan penulis buku. Hingga kini, sebanyak 15 eksampelar karyanya terkait ibadah dan kehidupan masyarakat Muna telah naik cetak. 

Surahman membacakan sebuah kutipan dari Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." Kutipan tersebut relevan dengan sosok Ustadz Ramli Bolu sebagai pensiunan guru yang layak menjadi motivasi untuk memulai langkah kepenulisan agar dapat mengukir sejarah dan terus dikenang melalui karya-karyanya.

Usai pemaparan profil dan pengantar singkat dari moderator, Ustadz Ramli Bolu didaulat menuju mimbar untuk mengulas latar belakang dan substansi buku Mengenal Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna dan Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar.

Malam Qadar atau dalam Bahasa Muna disebut Kadhiri merupakan malam istimewa yang berada pada 10 malam terakhir Bulan Ramdhan. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti kapan datangnya malam yang disebut lebih baik daripada seribu bulan tersebut. Kedatangannya hanya bisa diprediksi dan diikhtiarkan dengan ibadah maksimal agar Allah pertemukan dengan momen Lailatul Qadar.

Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam mengisi 10 hari terakhir Bulan Ramadhan dengan itikaf atau berdiam diri di masjid sembari memaksimalkan ibadah wajib maupun Sunnah. Dalam masyarakat Muna biasanya diperingati dengan Haroa atau istilah lainnya Baca-Baca

Keistimewaan inilah yang mendorong Ustadz Ramli Bolu untuk menulis buku Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar. Dimulai dengan asbabun nuzul turunnya Surat Al Qadar ayat 1-5 , pengertian, amalan-amalan yang harus dilakukan di Bulan Ramadhan, hingga ikhtiar yang dilakukan oleh penulis untuk mencari berkah Lailatul Qadar. 

Selanjutnya, penulis juga memaparkan secara singkat tentang buku Mengenal Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna. Kontukowuna atau Batu Berbunga dalam Bahasa Indonesia, merupakan legenda yang diwariskan secara turun temurun sebagai asal-usul nama Muna. Situs Kontu Kowuna berada di Desa Bahutara Kecamatan Kontu Kowuna Kabupaten Muna. Lokasi ini dipercaya sebagai lokasi terdamparnya Kapal Sawerigadi Putra Raja Luwu. 

Setelah pemaparan tentang kedua buku yang ditulis oleh Ustadz Ramli Bolu, tiga panelis yakni Laode Hibali, Ustadz Jafaruddin, dan Laode Ibo memberikan tanggapan sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ustadz Jafaruddin selaku tokoh agama memberikan komentar terkait buku Membuka Tabir Kepastian Malam Qadar. Sedangkan Laode Ibo selaku pegawai Balai Budaya Sulawesi Selatan dan La Ode Hibali selaku pegiat sejarah dan silsilah keluarga di Pulau Muna mengetengahkan bahasan tentang buku Profil dari Legenda Kontukowuna dan Bahutara sebagai Warisan Budaya Orang Muna.