MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

10/365 in 2026 "Nenek"

10/365 in 2026 "Nenek"
Add Comments
Sabtu, 10 Januari 2015

"Selesai Pasar, kita berangkat". Info dari ibu yang bikin dar der dor di Sabtu pagi. Sebenarnya tidak kaget-kaget amat juga sih soal mau jalan-jalan karena memang sudah beberapa kali direncanakan. Nenek a.k.a Mama Tua sih sebenarnya yang rencanakan. Mau traktir makan anak, cucu, cicit. 

But, tulisan ini bukan tentang perjalanan kami, Insya Allah cerita jalan-jalannya ada post terendiri. Di sesi one day one note ini saya mau cerita tentang Mama Tua. Ibu dari ibu saya atau nenekku. Paham-paham sendiri lah ya.

Jadi, nenekku ini Masya Allah sekali. Di usia nya yang sudah 80 + kondisi kesehatannya masih sangat bagus dibanding orang-orang semasanya bahkan yang lebih muda. Gak usah jauh-jauh sih, dibanding anak-anaknya juga di beberapa hal beliau masih menang. 

Yang paling Masya Allah sih dari segi makanan. Beliau sampai saat ini tidak ada pantangan makanan apapun. Sekali lagi, apapun. Daging-dagingan, makanan laut, sayur mejikuhibiniu, bahkan beliau maish bisa makan jajanan. Favoritnya dalah ale-ale jeruk

Padahal, anak-anak nya sudah pantang beberapa makanan. Eh, jangankan anaknya, saya cucunya saja sudah tidak bisa makan Nenas karena maag. Sementara beliau, Alhamdulillah masih bebas makan apa saja. 

Dari segi kesehatan pun Masya Allah. Tekanan darah stabil, gula darah aman, kolestrol dan kawan-kawannya juga terpantau normal. Mata beliau juga masih bisa melihat jelas tanpa bantuan kaca mata. Setahun silam, beliau masih bisa menjahit manual dan memasukkan ujung benang ke dalam jarum tanpa bantuan. 

Karena kondisi ini, banyak yang bertanya, "apa doanya?". Ini kalau tanya langsung ke beliau, paling dijawab, "tidak ada doaku saya." Hehheheh

Tapi dari cerita-cerita ibu, saya dapat satu hal yang mungkin jadi penyebab Allah beri nikmat itu di hari tua Nenek. Beliau, aslinya SABAR.