%20(3).png)
Hari ke-2 di 2026 bertepatan dengan hari Jumat. Banyak orang mengistilahkan hari ini sebagai Hari Terjepit Nasional (Harpitnas). Soalnya tanggal 1 hari libur dan Sabtu Minggu juga libur. Tapi, sebagai ASN yang baik dan benar, eaaaaa....kita harus tetap masuk kantor.
Alhamdulillah, tidak sendiri. Masih ada beberapa yang hadir dan jadi teman bicara. Dan, entah bagaimana awalnya, cerita mengalir hingga tentang lika liku luka kehidupan masa lalu.
Hidup yang harus dijalani dengan penuh perjuangan. Kehidupan yang sering disepelekan, dianggap tidak mampu, hingga dicibir kanan kiri bahkan oleh orang-orang terdekat yang seharusnya memeluk erat.
Waktu berlalu, dunia berputar, kisah pun berganti. Banyak dari mereka yang meremehkan justru hari ini jadi yang butuh ditolong. Begitu pula, banyak dari mereka yang awalnya disepelekan, kini hidupnya malah lebih enakan.
Relate gak? Relate dong, masa enggak. Banyak kan kejadian seperti ini di sekitar kita?
Ngomong-ngomong soal ini, saya jadi ingat sama pesan Ibu untuk memperlakukan orang lain sebaik mungkin karena kita tidak pernah tau bagaimana perputaran kehidupan.
Bisa jadi hari ini kamu yang diminta bantuan, besok-besok kamu yang butuh bantuan.
Bisa jadi hari ini kamu yang berkecukupan, besok-besok bisa saja kamu kekurangan.
Intinya, tidak pernah ada yang tahu kehidupan di masa depan. Jadi, selagi bisa membantu, bantu lah. Kalaupun tidak bisa membantu. Minimal, jangan biarkan dia pulang dengan perasaan yang tidak enak.
Dari ibu, kami banyak belajar cara memperlakukan orang lain. Sejak kecil, kami tinggal bersama sanak keluarga lain di dalam rumah. Tapi, kami tidak diperbolehkan untuk menyuruh seenak hati. Hanya boleh meminta tolong untuk hal-hal urgent.
Ibu selalu mewanti-wanti, bahwa keberadaan mereka di dalam rumah untuk meringankan bukan untuk mengerjakan semuanya. Kami pun memiliki tugas tersendiri dalam hal pekerjaan rumah. Terlebih untuk urusan pribadi seperti mencuci pakaian dan segala perantinya, itu jadi tugas masing-masing.
Tentu saja, keluarga kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah. Tapi, Alhamdulillah sejauh ini, orang-orang yang pernah hidup berdampingan dengan kami, masih menjalin hubungan baik bahkan baik sekali.
Plot twist nya, orang-orang yang dulu bersama kami, Alhamdulillah kini sudah punya kehidupan yang mapan. Ibu seringkali mengingatkan, "Terbayang tidak kalau dulu kita berlaku tidak baik kepada mereka? Itulah kenapa, usahakan untuk selalu berbuat baik dan jangan pernah remehkan orang lain bagaimanapun keadannya."
PS : Semoga catatan ini tidak dimaknai sebagai tulisan untuk mencitrakan bahwa kami 'keluarga baik'. Tidak...tidak...sekali lagi, kami hanya manusia biasa yang banyak khilafnya. Ini hanya sedikit berbagi tentang pesan kebaikan. Adapun aplikasinya, yaaa....kami juga masih perlu banyak perbaikan. 😀😀
Posted by 
comment 0 Comment
more_vert