Januari 2026 ditutup dengan kedatangan member baru di rumah a.k.a istrinya Rauf. Kaka Mika nya Azza Azong. Pagi itu pas buka status orang-orang di WA ketemu status sepupunya Mika. Sebuaah video singkat dimana bapaknya Mika turun dari tangga rumah dan mengantar anak serta menantunya ke jalan. Video lain menunjukkan mamanya Mika berdiri di Pelabuhan sembari melambai pada pasangan baru itu.
Ku komen lah, "sepertinya berkaca-kaca ini yang mengantar". Dibalas, "bukan lagi berkaca-kaca tapi menangis Kak."
Jadi ikutan baper. Teringat saat kami mengantar Ichy pertama kali ke rumah mertuanya. Sekilas semua tampak baik-baik saja. Tapi, pulangnya ibu nangis. Takut anaknya diperlakukan tidak baik dan overthinking lainnya.
Alhamdulillah, sampai 6 tahun pernikahan, anaknya diperlakukan baik oleh keluarga suaminya. Sangat berharap, kesan seperti ini juga didapatkan oleh orang-orang yang bergabung ke keluarga kami. Mari kita usahakan 'father, mother, brother, sister (in law) itu jadi (in love)'. Ini love dalam artian universal ya. Kasih sayang sebagai sesama manusia.
Balik ke soal nangis nya orang tua saat melepas anaknya, sepertinya ini berlaku secara umum ya? Sebesar dan sedewasa apapun, orang tua akan menganggap anaknya bocah yang harus terus dimomong. Kebayang beratnya melepas anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang ke keluarga baru. Pastilah berbagai rasa campur aduk. Apakah anaknya akan diperlakukan dengan baik? Apakah anaknya bisa beradaptasi? Apakah menantunya bisa melindungi anaknya?
Posted by .png)

comment 0 Comment
more_vert