MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

29/365 in 2026 "Rumah Sakit"

29/365 in 2026 "Rumah Sakit"
Add Comments
Rabu, 28 Januari 2015

Hari ini berangkat kantor sama my sizt Ichy. Singgah absen di kantor dan izin untuk lanjut ke RS jenguk suami nenek Guali. Sampai di RS lanjut ke ruang kebidanan dulu. Setelah itu ke ruang perawatan. 

Berjalan di selasar RS ini membuatku mengingat salah satu wejangan Ayah, "Kalau mau banyak bersyukur, coba ke rumah sakit. Di sana kalian akan melihat bahwa masih banyak orang yang lebih susah dari kalian."

Kurang lebih seperti itu nasehat Ayah. Nasehat yang baru bisa kulihat bentuknya setelah dewasa. Setiap sudut rumah sakit adalah tempat dimana berjuta doa bertarung dengan takdir. Harapan dilangitkan meski sering berhadapan dengan kehilangan. 

Di rumah sakit, nikmat sehat yang kadang terabaikan terasa begitu berharga. Nikmat kebersamaan dengan orang-orang terdekat terasa begitu riskan. Di sisi lain, saya melihat ketimpangan yang seharusnya tidak terjadi. 

Masyarakat kurang mampu ditempatkan di ruangan yang kenyamanannya tidak menjadi prioritas. Sedangkan masyarakat kategori mampu disipakan satu ruangan khusus yang lebih nyaman. Langsung teringat kata-kata ibu, "Harusnya orang-orang tidak mampu lah yang dapat fasilitas dan kenyamanan saat sakit begini. Mereka di hari biasa sudah tidak mampu, masa saat sakit lagi masih harus mendapatkan ketidaknyamanan?"

Disisi lain, para petugas kesehatan berpacu dengan segala cara agar bisa menerbitkan senyum diwajah pasien dan keluarganya. Untuk seluruh warga bangunan berdinding putih ini, semoga Allah senantiasa mudahkan dalam menjalani berbagai perannya.

Back to my routine

Sekitar jam 10 pulang ke kantor. Mulai merapikan file-file foto dan kembali membuka website untuk menulis. Lalu, satu pesan dari U masuk menanyakan tentang siapa yang nikah kemarin. Dan seperti biasa kata 'dilangkahi' kembali menyentilku.

Namun, kunjungan ke rumah sakit tadi, sekidit banyak memberi perspektif bahwa masih ada banyak hal yang bisa saya syukuri di hidupku, Masya Allah. Alhamdulillah.