Dark jokes ala anak Y-team, "Ini Ayah tidak bertanggungjawab, cuma lahirkan kita baru tidak didampingi nikahnya."
Eh, kalimat di atas jangan sampai disalah pahami yaaa. Ini hanya candaan untuk kami-kami yang terlalu cepat ditinggal oleh salah satu pintu surganya. Tanggungjawab ayah terhadap kami luar biasa Masya Allah.
Menjadi peletak fondasi yang kehidupan yang sangat mempengaruhi kehidupan kami hingga hari ini dan insya Allah semua itu jadi amal jariyah untuk beliau. Tentang ibadah, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan masih banyak lagi menjadi pesan-pesan yang terus mengawal langkah kami. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu đŸ¤²đŸ¤²
Ayah juga jadi sosok yang disebut-sebut saat berbicara tentang pencapaian anak-anaknya hari ini, "Oh, kalau anak-anaknya La Aku (nama panggilan Ayah) saya tidak heran. Pintar dia itu. Sarjana pertama di Pure."
Kalau ditanya, apa hal yang saya syukuri dari hidup Ayah, adalah idealisme nya. Ayah adalah sarjana-sarjana pertama di kampung kami. Sosok cerdas yang tidak mau di setir oleh kepentingan apapun. Ayah kuliah kurang lebih 10 tahun lamanya.
Kenapa?
Karena Ayah 'melawan' kemauan dosen pembimbingnya terkait penelitian akhir yang akan dilakukan. Walhasil, setelah dosen pembimbingnya wafat, barulah Ayah dipanggil untuk menyelesaikan tugas akhirnya.
Setelah selesai kuliah. Ayah berwiraswasta sembari aktif di Partai PPP. Partai yang menjadi lawan dari lingkar kekuasaan. Berkali-kali ayah ditawari untuk jadi pegawai asal mau pindah partai tapi Ayah tidak mau.
Idealisme ini juga hampir berimbas ke ibu selaku PNS. Ancaman ibu dipindahkan ke daerah terpencil berkali-kali dilontarkan. Apakah Ayah dan Ibu keder? Oh, tentu saja TYDACK.
Selain soal partai, Ayah juga ditawari jadi pejabat jalur bayar-membayar. Alhamdulillah Ayah tidak mau. Ini hal yang sangat saya syukuri sebab saya percaya HARTA HALAL yang diupayakan oleh kedua orang tua kami adalah hal yang membuat Allah SWT menjaga kami dari keburukan yang parah.
Apakah keluarga kami 100 % baik? Tidak dong. Kami manusia biasa bukan malaikat. Tapi saya tahu pasti bagaiamana Ayah dan Ibu mengusahakan menjaga harta yang kami konsumsi.
Ayah sampai punya kebiasaan unik. Kalau ibu menggeledah dompetnya dan menemukan uang yang tidak dia ketahui, Ayah berkata, "Kalau yang saya tidak kasi, berarti itu bukan untuk kita. Cukup saja dengan gajimu untuk makanan anak-anak." Masya Allah. Love Ayah.
Posted by .png)

comment 0 Comment
more_vert