MASIGNALPHAS2101
7425642317624470382

Dilema Tengah Malam di Bandara Soetta : DAMRI vs Angkutan Online

Dilema Tengah Malam di Bandara Soetta : DAMRI vs Angkutan Online
Add Comments
Senin, 28 Juli 2025

Alhamdulillah, akhirnya mendarat dengan selamat dan sesuai estimasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (dari Padang). Setelah keluar dari Terminal Kedatangan, tujuan kami -saya dan Tina-  adalah rumah Om Asar di Kelurahan Jombang, Tangerang Selatan. Berbekal prinsip mendang-mending, untuk menuju kesana pilihan jatuh pada angkutan DAMRI.

Dengan penuh percaya diri, kami menuju Pangkalan DAMRI yang berada sekitar 500 meter dari pintu keluar. Ketika sampai loket, petugasnya dengan ramah menanyakan tujuan kami. Saya pun menyampaikan bahwa akan pergi ke dekat Stasiun Sudimara. 

Dengan ramah, Mbak petugas mengecek rute terbaik menuju lokasi yang saya sebutkan. Sempat terjadi diskusi kecil di antara para petugas -mereka bingung mengarahkan kami naik rute BSD atau Bintaro-.

Sembari menunggu kepastian rute, saya iseng menanyakan tarifnya. Ternyata untuk sekali jalan, dibanderol dengan biaya 90 ribu rupiah per orang. Otak “efisiensi” ku auto membuat kalkulasi. Tadi sebenarnya sudah cek aplikasi Maxim, disitu tertera tarif 160 ribu. Tarif ini jika dibagi dua maka hanya 80 ribu per orang dan itu sudah sampai ke tujuan. Sedangkan kalau naik DAMRI, masih harus sambung kendaraan lain lagi.

Dengan meminta maaf kepada petugas, saya mengajak Tina untuk putar haluan mencari angkuta online. Tak begitu jauh dari pool DAMRI, seorang bapak menawarkan jasa transportasi online. Di aplikasinya tertera angka 230 ribu. "Itu belum termasuk tol dan parkir, Mbak. Totalnya bisa 285 ribuan," kata si Bapak.

Auto membatin, “Waduh, kenapa jadi makin mahal?” Jomplang sekali antara realita VS ekspektasi!

Saya pun coba nego, "Pak, di aplikasi sebelah cuma 160 ribuan lho." Si Bapak kemudian menjelaskan realitanya: angkutan dari bandara memang punya skema biaya tambahan yang lumayan, apalagi sekali lewat tol bisa kena 50 ribu. Ditambah lagi biaya parkir bandara, totalnya tetap di atas 200 ribu.

Usai ditampar fakta, dengan malu-malu meong kami tarik koper kembali ke Pool DAMRI sembari meyakinkan diri bahwa pilihannya sudah fix. Agak kagok sih sebenarnya, takut si Mbak petugas tadi akan jutek.

Masya Allah, ternyata dugaan saya salah besar. Mbak nya tetap menyambut ramah. Malah membantu menghitungkan: kalau kami turun di titik terakhir rute Bintaro, mungkin perlu tambah sekitar 50 ribu lagi untuk transportasi online sampai ke rumah. No problem, niat sudah bulat!

DAMRI jurusan Bekasi masih harus menunggu sampai 21.45. It's okey. Saya manfaatkan waktu menunggu untuk ke toilet, cas HP, juga makan bekal rendang dari Tanah Minang. Saya juga memperhatikan sekeliling yang penuh dengan wajah-wajah pejuang jarak. Kemungkinan besar, tempat ini tak pernah sepi.

DAMRI datang tepat waktu dan kami pun dipersilahkan untuk naik. Jujur saja, servisnya jempolan; kursi empuk, mobil nyaman, dan disediakan colokan untuk charge HP. Petugasnya berkali-kali memastikan dengan ramah apakah kami sudah yakin dengan rute tersebut. Bahkan di perjalanan pun, driver beberapa kali mengecek penumpang.

Titik pemberhentian terakhir adalah Transpark Mall Bintaro. Oh ya, selain petugas DAMRI yang mengawal perjalanan kami, saya juga terus di pantau oleh Om Asar. Masya Allah sekali. Berkali-kali ditanya sudah sampai mana.

Bahkan Om Asar juga menawarkan akan menyuruh orang untuk menjemput kami. Karena tidak mau merepotkan, saya pun kekeh menolak dan meminta alamat saja untuk dimasukkan di aplikasi.

Ternyata, dari Transpark Malla Bintaro ke rumah Om Asar, biayanya hanya 16.500 rupiah. Sungguh sangat hemat sekaliiiii. Di dalam Maxim, saya terus berkoordinasi terkait alamat lengkapnya. Om Asar menyebutkan Kantor Kelurahan, Puskesmas, dan mushola sebagai penanda.

Khawatir masih harus mencari alamat, saya pun melobi pak sopir agar dikasi waktu untuk bertanya-tanya dulu nanti biayanya digenapkan jadi 20 ribu rupiah. Alhamdulillah bapaknya setuju.

Setibanya di area Kantor Kelurahan Jombang, saya sempat bertanya ke beberapa orang untuk memastikan alamat. Setelah mencoba tiga opsi arahan, akhirnya kami berhasil menemukan titik yang tepat dan diantar langsung sampai ke depan rumah.

Alhamdulillah, akhirnya bisa touch down juga dengan selamat dan hemat. Welcome (near) Jakarta!